, ,

DLH Cilegon Genjot Program Kolase

oleh -28 Dilihat
oleh

Majalah Banten – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon terus menggenjot pelaksanaan Program Kolase sebagai salah satu strategi utama dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya di sektor persampahan. Program ini digadang-gadang menjadi solusi kolaboratif untuk menekan volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Upaya penguatan Program Kolase dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha.

Program Kolase Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kolaborasi

Program Kolase merupakan pendekatan pengelolaan lingkungan yang menekankan kolaborasi lintas sektor. DLH Cilegon mendorong peran aktif masyarakat, komunitas lingkungan, sekolah, dan pelaku usaha untuk terlibat langsung dalam pengurangan dan pengolahan sampah dari sumbernya.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek utama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Tekan Volume Sampah ke TPA

Salah satu tujuan utama Program Kolase adalah mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). DLH Cilegon menilai bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pengangkutan dan pembuangan akhir, tetapi harus dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga.

Dengan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pengolahan melalui bank sampah dan unit pengelolaan lingkungan, volume sampah yang masuk ke TPA diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

DLH Cilegon
DLH Cilegon

Baca juga: Gubernur Banten Tegaskan Komitmen Lindungi Lahan Pertanian di Tengah Investasi

Edukasi dan Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci

DLH Cilegon menekankan bahwa keberhasilan Program Kolase sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, edukasi lingkungan terus digencarkan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung di tingkat kelurahan dan RW.

Masyarakat didorong untuk membiasakan perilaku ramah lingkungan, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan sampah bernilai ekonomis melalui bank sampah.

Libatkan Dunia Usaha dan Sekolah

Selain masyarakat, DLH Cilegon juga melibatkan dunia usaha dan institusi pendidikan dalam Program Kolase. Perusahaan didorong untuk berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya di bidang pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, sekolah-sekolah dilibatkan sebagai pusat edukasi lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan praktik langsung, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Sejalan dengan Kebijakan Lingkungan Daerah

Penguatan Program Kolase sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Cilegon dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. DLH menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan ramah lingkungan.

Pemkot Cilegon juga berkomitmen untuk terus mendukung program ini melalui penguatan regulasi, sarana prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup.

Harapan DLH Cilegon

DLH Cilegon berharap Program Kolase dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan sekadar program jangka pendek. Dengan kolaborasi yang solid, permasalahan sampah dan lingkungan di Kota Cilegon diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif.

“Kami ingin Program Kolase menjadi budaya baru masyarakat Cilegon dalam menjaga lingkungan,” ungkap perwakilan DLH.

Penutup

Dengan terus menggenjot Program Kolase, DLH Cilegon menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi tantangan lingkungan, khususnya persoalan sampah. Melalui kolaborasi, edukasi, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Kota Cilegon diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.