Benahi Sungai Cibanten, Gubernur Banten Pastikan Warga Tak Lagi Dilanda Banjir
Majalah Banten– Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah tegas untuk mengakhiri duka berkepanjangan warga di bantaran Sungai Cibanten. Gubernur Banten, Andra Soni, secara langsung meninjau progres proyek pengendalian banjir di Jalan Irigasi Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Jumat (3/10). Kunjungan kerja ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah penegasan komitmen untuk memastikan warga tidak lagi menjadi korban banjir yang kerap melanda kawasan permukiman di sepanjang aliran sungai.
Titik tinjauan di Margaluyu dipilih bukan tanpa alasan. Lokasi ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik rawan penyumbatan aliran Sungai Cibanten. Andra Soni dengan cermat mengamati setiap detail pekerjaan, dari pengerukan sedimentasi, penataan tebing sungai, hingga proses normalisasi yang sedang berlangsung. Wajahnya tampak serius, mencerminkan tekadnya untuk menyelesaikan persoalan klasik yang telah bertahun-tahun mengganggu kenyamanan dan keselamatan warganya.
Akar Masalah: Bangunan Liar dan Penyempitan Aliran
Dalam peninjauannya, Gubernur Andra Soni secara khusus mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Kota Serang yang telah menertibkan kawasan bantaran sungai. Area Margaluyu, yang sebelumnya dipadati oleh bangunan-bangunan liar, telah berhasil dibersihkan. Keberadaan struktur-struktur tidak resmi inilah yang selama ini menjadi salah satu biang kerok banjir.

Baca Juga: Suasana Meriah dan Khidmat Warnai Pawai Obor MTQ XXIV Kota Tangerang di Cipondoh
“Keberanian untuk menertibkan kawasan yang sebelumnya semrawut ini patut diacungi jempol. Bangunan liar di bantaran sungai tidak hanya mempersempit badan sungai, tetapi juga menghasilkan sampah domestik yang langsung mencemari aliran air. Saat hujan datang, aliran air yang seharusnya lancar justru terhambat dan akhirnya meluap ke pemukiman warga,” papar Andra Soni.
Dia menegaskan bahwa penertiban ini dilakukan dengan pendekatan humanis, memastikan hak-hak warga terdampak tetap diperhatikan sambil mengedepankan kepentingan bersama yang lebih besar, yaitu keselamatan dari ancaman banjir.
Dampak Langsung: Air Mengalir Lebih Lancar
Hasil dari normalisasi dan penertiban bangunan liar ini ternyata langsung terasa. Gubernur Andra Soni dengan optimis menyampaikan kemajuan yang telah dicapai.
“Alhamdulillah, dampaknya langsung terlihat. Saat hujan deras sekalipun, air kini mengalir lebih lancar dan tidak lagi tersumbat seperti sebelumnya. Ini adalah kemajuan yang sangat signifikan,” ujarnya, seperti dilansir dari laman infopublik.
Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi warga yang kerap was-was setiap kali mendung menggantung di langit Serang. Bagi mereka, hujan bukan lagi berkah, melainkan pertanda datangnya bencana yang akan merendam rumah, merusak perabotan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Lebih dari Sekadar Normalisasi: Sebuah Pendekatan Holistik
Proyek pengendalian banjir Sungai Cibanten ini nampaknya tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata. Andra Soni menekankan bahwa upaya ini adalah bagian dari sebuah pendekatan holistik yang meliputi:
-
Normalisasi dan Naturalisasi Sungai: Selain pengerukan dan pelebaran aliran, upaya penanaman vegetasi di bantaran sungai juga digalakkan untuk menguatkan tebing dan meningkatkan resapan air.
-
Pengelolaan Sampah Terpadu: Pemerintah akan memperkuat sistem pengelolaan sampah di hulu untuk mencegah sampah rumah tangga kembali memenuhi sungai. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya membuang sampah ke sungai menjadi kunci keberlanjutan proyek ini.
-
Pemeliharaan Berkala: Komitmen untuk melakukan pemeliharaan sungai secara rutin dan berkelanjutan sangat penting untuk mencegah kembalinya sedimentasi dan pendangkalan.





